banner 728x250
Berita  

BNPB-BPBD Kalsel Matangkan Protokol Peringatan Dini Banjir

Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir kembali dimatangkan melalui rapat lintas sektor yang digelar BNPB dan BPBD Kalsel di Banjarbaru, menghadirkan berbagai instansi teknis untuk menyempurnakan protokol peringatan dini.

BNPB bersama BPBD Kalimantan Selatan menggelar rapat penguatan protokol peringatan dini banjir di Aula BPBD Kalsel, Banjarbaru. Kegiatan ini membahas penyempurnaan alur informasi dari hulu hingga hilir. – Foto: Mck
banner 120x600
banner 468x60

BANJARBARU, balangantimes.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Penguatan Protokol Peringatan Dini Bencana di Aula BPBD Kalsel, Banjarbaru, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut arahan BNPB terkait penyempurnaan protokol peringatan dini banjir, khususnya mengenai alur penyampaian informasi dari wilayah hulu hingga hilir.

Plt Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai melalui Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, membuka kegiatan dengan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkontribusi dalam pembahasan. “Terima kasih kepada seluruh perwakilan yang hadir, dari BMKG, Balai Wilayah Sungai, Dinas PUPR, dan Diskominfo. Masukan yang diberikan hari ini sangat berarti bagi penyempurnaan protokol peringatan dini yang sedang kita susun,” ujarnya.

banner 325x300

Ia menyampaikan bahwa penyusunan protokol ditargetkan rampung sebelum kembali disampaikan kepada pimpinan BPBD Kalsel dan BNPB di Jakarta. Protokol tersebut nantinya diharapkan menjadi standar awal yang akan diterapkan di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin sebagai wilayah percontohan sebelum diperluas ke kabupaten/kota lainnya. “Protokol ini kita harapkan menjadi acuan awal. Setelah diterapkan di Banjarbaru dan Banjarmasin, kita akan kembangkan untuk kabupaten/kota lain, terutama yang telah memiliki peralatan sistem peringatan dini,” tegasnya.

Ariansyah juga menekankan pentingnya memasukkan mekanisme penyampaian informasi manual dari desa-desa tangguh bencana di hulu. Selain itu, protokol yang sedang disusun diharapkan dapat mendukung pelaksanaan simulasi kebencanaan di titik rawan serta menjadi rujukan bagi BPBD kabupaten/kota dalam mengembangkan sistem peringatan dini masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Tommy Harianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif peserta. Ia menuturkan bahwa penyusunan protokol telah mencapai sekitar 90 persen dan hanya membutuhkan beberapa penyesuaian akhir. “Terima kasih kepada BPBD Kalsel, BMKG, BWS, PUPR, dan Diskominfo yang telah memberikan masukan yang sangat bermanfaat. Kami berharap kekurangan minor ini dapat segera dilengkapi agar protokol ini bisa menjadi panduan bersama dalam peringatan dini banjir di Kalsel,” ujar Tommy.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *