PARINGIN, balangantimes.com – Intensitas hujan di Kabupaten Balangan mulai meningkat memasuki bulan Desember. Meski belum tergolong ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan warga agar tetap waspada karena curah hujan diperkirakan turun hampir setiap hari pada pekan ini. Berdasarkan kajian BPBD, sebagian besar wilayah berada pada rata-rata 100-150 milimeter per dasarian, sementara kawasan hulu dan tengah mencapai 150-200 milimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi, menyebut frekuensi hujan pada pekan ini cukup tinggi. “Hujan diperkirakan turun empat sampai enam hari dalam sepekan. Ini termasuk kategori tinggi, tetapi belum ekstrem,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kondisi hujan berulang tetap dapat menimbulkan gangguan seperti genangan, peningkatan debit sungai, dan longsor lokal.
BPBD juga menanggapi kekhawatiran masyarakat setelah banjir bandang di Medan, Padang, dan Aceh. Menurut Jumaidil, Balangan memiliki potensi banjir bandang dalam skala lokal karena kontur Pegunungan Meratus serta banyaknya aliran sungai kecil yang mudah meluap saat hujan terus-menerus. “Risiko itu ada, khususnya di wilayah hulu sungai dan lereng curam. Tidak sebesar kasus di daerah lain, tetapi tetap harus diwaspadai,” katanya.
Sejumlah titik telah dipetakan sebagai kawasan rawan, antara lain Simpang Nadung, Kembang Kuning, dan Uyam di Tebing Tinggi; Marindi, Putat Basiun, serta Bihara Hilir di Awayan; beberapa titik hulu di Halong; hingga kantong sungai kecil di Batumandi. Adapun potensi banjir kiriman dari hulu dapat terjadi di Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai. “Mulai awal Desember hingga puncak musim hujan, daerah-daerah ini harus memperkuat kesiapsiagaannya,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari mitigasi, BPBD mengeluarkan imbauan kepada warga untuk mengamankan barang penting, memantau ketinggian air, dan menghindari aktivitas di sungai maupun area rawan longsor saat hujan deras. Pemerintah desa juga diminta memastikan jalur evakuasi siap digunakan. “Jangan abaikan peringatan dini dari BMKG dan informasi SIGAB BPBD. Warga juga perlu menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, air minum, obat-obatan, dan senter,” imbuhnya. Saat ini, Balangan berada dalam Status Siaga Bencana Hidrometeorologi sejak 12 November 2025 hingga 31 Januari 2026, disertai koordinasi lintas sektor, apel siaga, pemasangan papan peringatan, serta edukasi melalui berbagai kanal informasi.


















